Postingan

A Beautiful Day in Jakarta

     Last August, my family and I went to Jakarta by train for the first time. We had been planning this trip for a few months. In the morning, we came to Krenceng station to buy train tickets to Rangkas Bitung station. After that, we got into the carriage and sat on the chairs. While on the train, I listened to the State of Grace by Taylor Swift. My brother also listened to his favorite song. My mother and father saw the beautiful natural scenery through the glass.      An hour later, my family and I arrived at Rangkasbitung Station. We noticed a lot of people pushing and shoving because they were looking for train schedules or purchasing tickets. My family and I also lined up to check in with the train card so that we could go to Tanah Abang. Then we got back into the carriage and sat on the chairs again. Furthermore, my family and I finally arrived at Tanah Abang. We came out of the station area and bought snacks. Next, we went to the Istiqlal Mosque f...

Sepeda dan Hoodie Biru Muda

            Hai, selamat pagi manusia. Kali ini gue mau menceritakan tentang orang yang pernah gue taksir waktu gue duduk di bangku putih abu-abu. Enam tahun yang lalu, atau bisa saja lima tahun yang lalu. Ini bisa dibilang bukan moment ter-wattpad yang endingnya bahagia. Masa-masa SMA kala itu, gue suka sama salah satu cowok, yang mana dia menyukai basket. Dia seangkatan sama gue, tapi beda jurusan. Dia jurusan yang berhubungan dengan literature. Dan saat itu gue jurusan yang berhubungan dengan sains. Praktikum. Berbeda bukan. Iya, berbeda. Namun, perasaan itu muncul secara tiba-tiba. Tidak terduga.             Selain jago main bola basket, dia senang sekali ke sekolah dengan mengendarai sepeda. Sudah seperti tokoh-tokoh cowok di anime ya? Iya. Lagipula, memang jarak rumah dia ke sekolah dekat sih, Makanya, kendaraan dia hanya sepeda. Mungkin. Asumsi belaka yang ada di pikiran a...

Kenangan Masa Lalu: Jingga dan Abu

  Langit sedang tidak baik-baik saja. Dia bercerita seolah-olah bahagia tanpa perlu memahaminya. Merangkai kata dengan indah bak puisi selaras rima. Bertautan waktu menghimpit detik menit kian menyiksa batinnya.   Di dalam ceritanya, ada Jingga sebagai Juliet. Ada Abu sebagai Romeo yang jatuh hati padanya. Kemudian, mereka saling berharap tak terbendung. Melukiskan rasa cinta juga sesak makin kencang.   Namun Jingga, Namun Abu, Berbalas surat tak pernah bertemu. Sedangkan jiwa mereka saling rindu.   Dan langit masih menahan tetesan air hujan di matanya. Melanjutkan cerita tentang sisa kenangan yang belum terlupa. Kau tahu siapa? Ya, Jingga dan Abu.   Tatkala Jingga dan Abu bersatu padu. Di antara jalinan api cinta begitu syahdu. Lewat pena yang menari di atas kertas penuh tinta.   Sampai ke dasar senyum adu rayu bak mekarnya bunga.   Oh Jingga, emosi yang menggila. Oh Abu, meresahkan hati. Logika le...

Jujur Itu Penting!

Gambar
 Hal yang paling susah dilakukan adalah bersikap jujur. Jujur dalam diri sendiri, bahkan jujur untuk orang lain. Padahal kalau kita menerapkan kejujuran walaupun sulit, pada akhirnya kita akan mendapatkan kebahagiaan yang indah. Beban pikiran pun berkurang. Rasa sesak di dada pun menghilang. Tak ada lagi hambatan yang tertanam dalam hati. Sama halnya dengan ceritaku ini, ketika itu aku menginjak semester tiga di jurusan pendidikan bahasa inggris. Di semester tiga, terdapat salah satu mata kuliah listening yang diajarkan oleh dosen wanita. Dosen wanita itu sebut saja namanya Bu Ica.  Bu Ica yang mengajarkan kita seputar listening. Apa itu listening? Bagaimana cara agar kita mahir dalam listening skill? dan sebagainya. Bu Ica juga beberapa kali memberikan tugas kepada kita. Seperti tugas untuk menjelaskan kembali apa yang dibicarakan oleh pembicara dalam video ataupun tugas toefl.  Akan tetapi, untuk tugas toefl ini seringkali kita tidak memahaminya. Sungguh sulit untuk men...

Kenapa Selalu Berprasangka Buruk?

Bismillahirrahmanirrahim. Bagaimana kabar diri? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat ya termasuk batin. Batin yang baik akan membuat seluruh anggota tubuh menjadi baik pula. Kurangi pesimis, tambahkan optimis. Seringkali  kita dihadapkan dengan permasalahan sosial di lingkungan kita sendiri. Permasalahan yang menurut orang lain itu mudah. Namun, bagi kita itu rumit. Kita mogok ditengah perjalanan masalah kita dan tak pernah pamit menyelesaikannya secara bijak. Kita yang selalu berprasangka buruk terhadap diri bahwa semuanya begitu susah untuk di hadapi. Padahal Allah SWT berfirman yang artinya "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari berprasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." (QS Al-Hujurât [49]: 12) Setiap kita memiliki masalah, jarang atau bahkan tak pernah berkaca terlebih dahulu. Ujung-ujungnya menyalahkan orang lai...

Alangkah Indahnya Bumi

Milyaran bintang mengagumimu bersorak-porak melalui melodi Betapa indahnya kau bagaikan permadani dalam singgasana abadi Menciptakan rasa takjub sampai makhluk semesta berseri Tak kuasa menahan diri membuat kau jatuh hati Perguliran roda kehidupan  fana ini Tak seperti yang kau angan-angan kembali Bahwa kau tetap menghiasi waktu yang terbagi Dalam kesetiaan cinta dan kasih sayang untuk kami Kau adalah gubuk yang telah lama ditempati Namun, kami para manusia tak berempati Sesak! Derita! Rusak! Binasa! Menekan diri untuk kebahagiaan kami Kau adalah ciptaan Tuhan Maha Karya Terlihat nyata menyayangi kami Tanpa kedustaan tanpa imajinasi Ah, sayang kami hanya peduli pada diri sendiri Kau adalah embun di pagi buta Melukiskan senyuman kepada sang surya Dalam setiap napas  tubuhmu di sepanjang usia Bahwa kau baik-baik saja meski hari kian menyiksa Kau adalah wadah mimpi yang bersembunyi Berteriak kecil hingga membangkitkan jagat raya Menggoreskan kisah denga...

Everything Has Changed

                Ketika semuanya telah berubah dan kamu terpuruk seorang diri. Tak ada satupun orang yang mengerti tentang keadaan kamu yang sebenarnya. Padahal kamu mempunyai keluarga yang selalu mendukungmu. Kamu memiliki banyak teman namun terasa hampa. Kegiatanmu yang kau jalani membuahkan hasil. Besok atau beberapa hari kemudian kamu mencoba melakukan batas ketidakwajaran.     Gelisah tanpa arah tujuan mau kemana. Apakah ini yang dicari? Apakah semua ini benar adanya apa-apa yang diperoleh?. Pertanyaan demi pertanyaan menghantui otak dan menggerogoti sekujur tubuhmu. Selama ini sebenarnya apa yang dicari?.                  Ternyata, semua ini berawal dari   niat yang salah. Niat untuk menjalani semua aktivitas. Niat mencari teman karena apa? Niat bersekolah untuk apa? Niat kuliah didasarkan karena apa? Niat a...