Everything Has Changed



                Ketika semuanya telah berubah dan kamu terpuruk seorang diri. Tak ada satupun orang yang mengerti tentang keadaan kamu yang sebenarnya. Padahal kamu mempunyai keluarga yang selalu mendukungmu. Kamu memiliki banyak teman namun terasa hampa. Kegiatanmu yang kau jalani membuahkan hasil. Besok atau beberapa hari kemudian kamu mencoba melakukan batas ketidakwajaran.   Gelisah tanpa arah tujuan mau kemana. Apakah ini yang dicari? Apakah semua ini benar adanya apa-apa yang diperoleh?. Pertanyaan demi pertanyaan menghantui otak dan menggerogoti sekujur tubuhmu. Selama ini sebenarnya apa yang dicari?. 

                Ternyata, semua ini berawal dari  niat yang salah. Niat untuk menjalani semua aktivitas. Niat mencari teman karena apa? Niat bersekolah untuk apa? Niat kuliah didasarkan karena apa? Niat awal sebenarnya itu apa?  Kamu merasa semua ini tidak adil bagi dirimu sendiri. Ada orang yang diberi kekayaan kamu iri. Ada orang yang merasa cantik di dunia ini, kamu iri. Semua aja iri. Buang sifat iri dengkimu. Percayalah itu hanya membuang waktu-waktu saja. Kamu pasti capek kan menuruti apa-apa yang orang lain inginkan untuk dirimu atau mengikuti keegoisan atas keinginan kamu sendiri. Kamu juga pasti capek atas omongan pedas yang melukai perasaanmu. Terlalu memikirkan pendapat negatif sampai kamu tidak memikirkan kesehatan kamu sendiri. Payah. Kamu pasti capek mengejar hal-hal yang membuat kamu bekerja dengan penuh keambisiusan. Namun kamu sendiri tak tahu gunanya untuk apa. Ya kan? Karena niat kamu yang salah. 

Coba pelan-pelan ubah niat kamu. Niat kamu karena Allah. Bukan karena ingin dapat bagus. Apa-apa ingin dituruti. Kalau kamu mengharapkan bagus-bagus terus. Jalan mulus. Tidak segampang itu. Lihatlah matahari yang menyinari bumi ini. Bermanfaat bukan?.  Sama halnya dengan ilmu.  Ilmu selalu bermanfaat untuk khalayak manusia seluruh alam. Maka, gunakanlah ilmu yang kamu dapat dari gurumu sebijak mungkin. Kebingunan yang ada dalam diri kamu seakan sirna karena kamu tahu tujuan dan arah kamu kemana. Percayalah, kalau kamu mengikuti keinginan kamu dan orang lain tanpa tahu makna dan maksud tujuan itu kemana kamu akan lelah untuk menjalaninya. Coba untuk ikhlas. Coba untuk selalu menyadari. Mencari hal yang tidak pasti itu mudah. Namun, mencari hal yang pasti itu sulit.  

                Belajar semata-mata karena Allah. Belajar karena kamu butuh. Belajar itu nggak butuh kamu. Tapi kamu yang butuh. Kamu mau hidup seperti apa? Teman seperti apa? Kamu bisa punya banyak teman. Aku yakin itu. Tapi, yang benar-benar dan percaya sama kamu itu. Yang peduli sama kamu. Yang menghargai kamu. Bisa diitung sepersekian detik dari hari dimana kamu merasa kesusahan. Semuanya ada di kamu sendiri. Tinggal kamu pilih saja ingin seperti apa kehidupan kamu di dunia yang fana ini. Ingin kebaikan menyertai hidupmu atau keburukan yang menimpamu. 


                Cilegon, 29 Januari 2019
Aulia Rahma

Komentar

  1. You'll never walk alone!

    BalasHapus
  2. Hei, kapten albotil makasih ❤️
    Jangan lupa sebelum mengunjungi blog ini, selesaikan tugas2mu dulu ya 😂

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alangkah Indahnya Bumi

Kenangan Masa Lalu: Jingga dan Abu

Jujur Itu Penting!